Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2023

Beda Farmasi dan Kedokteran Sebenarnya Apa Sih?

Masyarakat awam terkadang sulit membedakan farmasi dan kedokteran, sebenarnya kedua rumpun ilmu kesehatan ini memiliki banyak sekali perbedaan walaupun sebenarnya saling berkaitan satu sama lain. Berbeda dengan bidang kedokteran yang banyak belajar tentang biologi dan organ tubuh, melanjutkan studi di jurusan farmasi akan lebih banyak meracik berbagai senyawa kimia hingga menjadi produk yang bermanfaat dan sesuai kebutuhan terutama obat-obatan. Profesi di farmasi disebut apoteker dan profesi di kedokteran disebut dokter. Dokter akan mengandalkan pengetahuan dan keahlian Apoteker mengenai obat-obatan, sementara Apoteker akan bersandar pada informasi klinis yang diberikan oleh dokter ketika akan membantu memanage terapi pasien.  Pada zaman dahulu kefarmasian belum dikenal oleh dunia. Seiring berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan kesehatan, problematika dalam pengadaan obat menjadi sangat rumit. Oleh karena itu, dibutuhkanlah seseorang yang dapat mendalami keahlian dalam pembu...

Obat High Alert, Apa Itu?

Banyak sekali obat-obatan yang beredar saat ini, karena banyaknya obat yang beredar dipasaran saat ini maka penyimpanan obat juga harus disesuaikan dengan kondisi obat tersebut. Salah satunya seperti obat-obat high alert, sebenarnya apa itu obat high alert? Obat dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi karena beresiko menyebabkan kematian atau kecacatan jika terjadi kesalahan pemberian. biasanya ditandai dengan pemberian stiker merah pada kemasan obat tersebut. Ada beberapa obat high alert seperti dibawah ini: 1. Adrenergik agonis (epinefrin, norepinefrin), adrenergik antagonis (propanolol, labetalol) 2. Anestesi dan sedatif (propofol, ketamin, midazolam, lorazepam dan lain-lain) 3. Antiaritmia (lidokain, amiodaron) 4. Antitrombotik dan antikoagulan (warfarin, heparin, alteplase) 5. Obat-obat kemoterapi 6. Inotropik (digoxin) 7. Antidiabetik golongan sulfonilurea dan insulin 8. WFI steril >100 mL 9. Obat-Obat LASA 10. Elektrolit konsentrat (pekat) (NaCl 3%, MgSO4 20%, Mg SO4 40%, D4...