Banyak sekali obat-obatan yang beredar saat ini, karena banyaknya obat yang beredar dipasaran saat ini maka penyimpanan obat juga harus disesuaikan dengan kondisi obat tersebut. Salah satunya seperti obat-obat high alert, sebenarnya apa itu obat high alert?
Obat dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi karena beresiko menyebabkan kematian atau kecacatan jika terjadi kesalahan pemberian. biasanya ditandai dengan pemberian stiker merah pada kemasan obat tersebut. Ada beberapa obat high alert seperti dibawah ini:
1. Adrenergik agonis (epinefrin, norepinefrin), adrenergik antagonis (propanolol, labetalol)
2. Anestesi dan sedatif (propofol, ketamin, midazolam, lorazepam dan lain-lain)
3. Antiaritmia (lidokain, amiodaron)
4. Antitrombotik dan antikoagulan (warfarin, heparin, alteplase)
5. Obat-obat kemoterapi
6. Inotropik (digoxin)
7. Antidiabetik golongan sulfonilurea dan insulin
8. WFI steril >100 mL
9. Obat-Obat LASA
10. Elektrolit konsentrat (pekat) (NaCl 3%, MgSO4 20%, Mg SO4 40%, D40%)

Komentar
Posting Komentar