Hello, gimana kabar semuanya? so happy bisa berbagi cerita menyenangkan dihari ini. "Farmasi" banyak sekali masyarakat awam yang masih tabu dengan dunia kefarmasian, masih banyak yang hanya menganggap farmasi hanya menjaga apotek dan hanya transaksi obat-obatan. Tapiiii, tau ga sebenarnya prospek kehidupan kefarmasian tak hanya itu saja, banyak hal lain yang juga tak kalah penting yang merupakan bagian hidup dalam kefarmasian, misal saja dengan bekerja dipemerintahan, rumah sakit, industri bahkan dibidang pendidikan. Selain obat-obatan, farmasi juga cakupannya meliputi kosmetik dan alat kesehatan.
Sebagian besar mahasiswa kesehatan menggap bahwa kuliah difarmasi itu cukup berat, benar sih cukup berat hehehe, tapiiii ga perlu takut, ada beberapa hal yang sebenarnya justru membuat kita bisa jatuh cinta dan sangat menyenangi bidang ini. Mau tau ga apa aja? ini nih beberapa alasan kenapa harus mencintai dan menyenangi dunia farmasi:
1. Profesi yang dihormati dan disegani
Seperti dokter, apoteker atau farmasis memiliki gelar paling hebat dan ahli untuk membantu orang tetap sehat. apoteker atau farmasis berperan penting dan bertanggung jawab atas apa yang diberikan, dikonsumsi dan efek jangka panjang pada pasiennya.
2. Menjadi wadah untuk menolong sesama
Tidak bisa dipungkiri, terkadang membantu sesama adalah suatu titik kepuasan dalam sebuah profesi, begitu pula dengan dunia kefarmasian. Dengan banyaknya pekerjaan yang mengharuskan seorang farmasis menghadapi berbagai latar belakang pasien dengan berbagai karakternya membuat seorang tenaga kefarmasian mengharuskan dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik kepada pasiennya
3. Menjadi wadah edukasi kepada pasien
Tak jarang dikehiudpan bermasyarakat masih banyak sekali yang masih kurang mengerti bagaimana memperlakukan, mengkonsumsi bahkan membuang obat yang baik itu seperti apa, menjadi tenaga kefarmasian merupakan salah satu cara bagaimana agar bisa ikut serta dalam mengkampanyekan Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat yang baik dan benar agar tidak salah lagi bagaimana memperlakukan suatu obat dalam kehidupan sehari-hari.
4. Bagaimana dengan potensi dunia kefarmasian dan pendapatan
Forbes menyatakan bahwa jumlah pekerjaan farmasi secara global diperkirakan akan meningkat 14% pada tahun 2022. Hal ini tidak hanya berarti lebih banyak lapangan pekerjaan tetapi juga banyak kesempatan untuk kemajuan bidang farmasi. Ini merupakan berita baik baik itu bagi Anda yang saat ini berada di sekolah farmasi atau sudah menjadi seorang Apoteker. Menurut Forbes, gaji rata-rata tiap tahunnya untuk seorang apoteker adalah $ 116.700 atau lebih dari 1 Milyar rupiah di Amerika. Uang tidak harus menjadi tujuan akhir hidup kita. Namun, itu nilai gaji yang bagus untuk diterima langsung setelah keluar dari perguruan tinggi. Di Indonesia sendiri pendapatan Apoteker telah diatur dan ditetapka sesuai dengan standar Ikatan Apoteker Indonesia.
Nah, itu masih beberapa alasan mengapa harus mencintai dan menyayangi dunia kefarmasian, tetap semangat untuk kita para pejuang gelar "Apoteker" ya, jangan pantang menyerah karena akan ada banyak sekali yang membutuhkan tenaga dan edukasi dari kita. Yang berkuliah di farmasi pasti tau beratnya harus memahami dosis, interaksi obat, menghapal banyaknya nama obat, jenis bentuk sediaan obat, dan berbagai perhitungan lainnya, tapiiii walaupun sulit coba deh tetap senangi apa yang udah dipilih, ingat walaupun banyak susahnya diawal tapi senangnya juga banyak kan ntar? ^.^
Komentar
Posting Komentar