Langsung ke konten utama

Ternyata Penelitian di Farmasi Tidak Hanya Bikin Obat

Hallo semuanya, hari ini kita akan sedikit mengulik kehidupan mahasiswa tingkat akhir nih, yap!!! PENELITIAN. Kebanyakan orang awam hanya memandang penelitian dikefarmasian hanya sebatas membuat obat, tetapi tidak hanya itu teman-teman, cakupan penelitian di farmasi sendiri itu sangat banyak sekaliiiii. Mari kita bahas ya!


Dalam dunia farmasi ada yang namanya Teknologi Farmasi yang memang dituntut untuk bisa merancang dan membuat suatu sediaan obat hingga tahap evaluasi sediaan obat tersebut, tetapi selain Teknologi Farmasi ada juga skrining farmakologi obat-obat sintetik, obat bahan alam/tradisional, metabolisme obat in vitro dan in vivo, induksi dan inhibisi enzim, interaksi obat dengan reseptor penentuan LD50 dan patogenesis hal tersebut merupakan lingkup penelitian Farmakologi-Toksikologi.


Selain itu juga, di dalam dunia farmasi juga bisa melihat perbandingan metode, perbaikan metode yang sudah ada, pengembangan metode baru, penerapan metode yg sudah ada/ baru untuk analisis obat dlm berbagai formulasi (lama atau baru) dan metabolitnya. Identifikasi kualitatif & kuantitatif hasil isolasi, sintesis, maupun produk degradasi, melihat hubungan struktur kimia dengan aktivitas biologi (QSAR), kimia komputasi (molecular docking), modifikasi molekul senyawa obat & isolat, jika teman-teman melakukan penelitian tersebut merupakan cakupan penelitian dibidang Kimia Farmasi.

Tetapi, penelitian di farmasi tak hanya dilaboratorium, ada lagi hal-hal atau cakupan didunia farmasi yang juga fokus ke komunitas atau ke masyarakat banyak, seperti evaluasi ketepatan penggunaan obat, analisis Drug-Related Problems (DRPs); studi  problem berbasis bukti (evidence based medicine), analisis peran farmasis klinik dalam pelayanan kesehatan, tinjauan klinik interaksi obat & Adverse Drug Action, studi farmakoekonomi, Therapeutic Drug Monitoring (TDM), pencampuran obat suntik (IV admixture), manajemen obat di rumah sakit, seperti efisiensi penggunaan, seleksi, pengadaan, penyimpanan, distribusi, sistem informasi obat di RS, promosi penulisan resep yang rasional. Selain itu juga  aspek sosial dari implementasi kebijakan farmasi baik didalam rumah sakit maupun diluar rumah sakit, pola penulisan resep, penggunaan obat yg rasional, promosi kesehatan, implementasi Pharmaceutical Care, kebijakan obat rasional & sistem kesehatan nasional. Semua hal tersebut merupakan penelitian cakupan Farmasi Klinis dan Komunitas (Sosial).

Nah, luas banget kan? karena farmasi sendiri merupakan multidisiplin ilmu sehingga menyebabkan banyak dan luas sekali cakupan pembelajaran kefarmasian. Sehingga selama perkuliahan kita harus tahu dan paham sekali dengan apa yang kita sukai sehingga kita tau nantinya akan penelitian dan harus ngapain aja di semester akhir. Semangat!!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antibiotik vs Masyarakat

Ya, antibiotik adalah jenis obat yang berfungsi melawan infeksi bakteri. Selain sebagai perlawanan, manfaat antibiotik adalah untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri pada kondisi tertentu. Tapi tidak semua penyakit itu obatnya antibiotik loh. Terkadang pasien datang dengan keluhan batuk minta obatnya antibiotik, datang dengan keluhan demam minta obatnya antibiotik, padahal tidak mesti diobati dengan antibiotik, perlu kita sebagai pasien untuk cermat pengobatan apa yang didapatkan dengan pendampingan dari dokter, apoteker atau tenaga kesehatan lainnya. Saat ini, Indonesia sendiri sedang gawat resistensi antibiotik. Nah, apa itu resistensi? Resistensi antibiotik adalah kondisi dimana bakteri, virus, jamur dan parasit tidak mampu dimatikan oleh antibiotik. Menurut WHO, resistensi bakteri terjadi ketika bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik yang pada awalnya efektif untuk pengobatan infeksi yang disebabkan oleh bakteri tersebut. Resistensi antibiotik merupakan salah satu ancaman duni...

Self Management and Self Improvement

     Untuk dapat survive , seorang mahasiswa harus memiliki kemampuan self management yang baik pula. Kedisiplinan merupakan salah satu cara untuk membantu self management menjadi lebih baik. Kedisiplinan adalah keadaan perilaku seseorang yang mengikuti pola-pola tertentu yang telah ditetapkan atau disetujui terlebih dahulu baik persetujuan tertulis, lisan maupun berupa peraturan-peraturan ataupun kebiasaan (Setianingsih, 2007). Self management  sendiri berarti mendorong diri sendiri untuk maju, mengatur semua unsur kemampuan pribadi, mengendalikan kemampuan untuk mencapai hal-hal yang baik, dan mengembangkan berbagai segi dari kehidupan pribadi agar lebih sempurna. Tujuan dari pengelolaan diri adalah supaya setiap orang dapat menempatkan diri dalam situasi yang menghambat tingkah laku yang hendak dihilangkan. oleh individu dan belajar untuk mencegah adanya perilaku yang tidak dikehendaki.      Akan tetapi, seorang mahasiswa untuk mencapai tujuannya ...

Beda Farmasi dan Kedokteran Sebenarnya Apa Sih?

Masyarakat awam terkadang sulit membedakan farmasi dan kedokteran, sebenarnya kedua rumpun ilmu kesehatan ini memiliki banyak sekali perbedaan walaupun sebenarnya saling berkaitan satu sama lain. Berbeda dengan bidang kedokteran yang banyak belajar tentang biologi dan organ tubuh, melanjutkan studi di jurusan farmasi akan lebih banyak meracik berbagai senyawa kimia hingga menjadi produk yang bermanfaat dan sesuai kebutuhan terutama obat-obatan. Profesi di farmasi disebut apoteker dan profesi di kedokteran disebut dokter. Dokter akan mengandalkan pengetahuan dan keahlian Apoteker mengenai obat-obatan, sementara Apoteker akan bersandar pada informasi klinis yang diberikan oleh dokter ketika akan membantu memanage terapi pasien.  Pada zaman dahulu kefarmasian belum dikenal oleh dunia. Seiring berkembangnya zaman dan ilmu pengetahuan kesehatan, problematika dalam pengadaan obat menjadi sangat rumit. Oleh karena itu, dibutuhkanlah seseorang yang dapat mendalami keahlian dalam pembu...